<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>

<channel>
	<title>era muslim digital</title>
	<atom:link href="http://majalahpria.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://majalahpria.com</link>
	<description>tuntunan ibadah sholat , kumpulan hadist , kisah kisah islam</description>
	<pubDate>Thu, 06 Nov 2008 13:04:30 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.6.1</generator>
	<language>en</language>
			<item>
		<title>hadist tentang perkawinan</title>
		<link>http://majalahpria.com/2008/11/hadist-tentang-perkawinan/</link>
		<comments>http://majalahpria.com/2008/11/hadist-tentang-perkawinan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 06 Nov 2008 13:04:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>drbella</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[kumpulan hadist terpilih]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://majalahpria.com/?p=269</guid>
		<description><![CDATA[1. Kawinlah dengan  wanita yang mencintaimu dan yang mampu beranak. Sesungguhnya aku akan  membanggakan kamu sebagai umat yang terbanyak. (HR. Abu Dawud)
2. Wahai segenap pemuda, barangsiapa yang mampu memikul beban keluarga hendaklah  kawin. Sesungguhnya perkawinan itu lebih dapat meredam gejolak mata dan nafsu  seksual, tapi barangsiapa yang belum mampu hendaklah dia [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify">1. Kawinlah dengan  wanita yang mencintaimu dan yang mampu beranak. Sesungguhnya aku akan  membanggakan kamu sebagai umat yang terbanyak. (HR. Abu Dawud)</p>
<p>2. Wahai segenap pemuda, barangsiapa yang mampu memikul beban keluarga hendaklah  kawin. Sesungguhnya perkawinan itu lebih dapat meredam gejolak mata dan nafsu  seksual, tapi barangsiapa yang belum mampu hendaklah dia berpuasa karena (puasa  itu) benteng (penjagaan) baginya. (HR. Bukhari)</p>
<p>3. Barangsiapa kawin (beristeri) maka dia telah melindungi (menguasai) separo  agamanya, karena itu hendaklah dia bertakwa kepada Allah dalam memelihara yang  separonya lagi. (HR. Al Hakim dan Ath-Thahawi)<br />
<span id="more-269"></span><br />
4. Rasulullah Saw melarang laki-laki yang menolak kawin (sebagai alasan) untuk  beralih kepada ibadah melulu. (HR. Bukhari)</p>
<p>5. Apabila datang laki-laki (untuk meminang) yang kamu ridhoi agamanya dan  akhlaknya maka kawinkanlah dia, dan bila tidak kamu lakukan akan terjadi fitnah  di muka bumi dan kerusakan yang meluas. (HR. Tirmidzi dan Ahmad)</p>
<p>6. Sesungguhnya dunia seluruhnya adalah benda (perhiasan) dan sebaik-baik benda  (perhiasan) adalah wanita (isteri) yang sholehah. (HR. Muslim)</p>
<p>7. Rasulullah Saw bersabda kepada Ali Ra: &#8220;Hai Ali, ada tiga perkara yang  janganlah kamu tunda-tunda pelaksanaannya, yaitu shalat apabila tiba waktunya,  jenazah bila sudah siap penguburannya, dan wanita (gadis atau janda) bila  menemukan laki-laki sepadan yang meminangnya.&#8221; (HR. Ahmad)</p>
<p>8. Diharamkan dari penyusuan apa yang diharamkan dari keturunan (nasab). (HR.  Bukhari)</p>
<p><em>Penjelasan</em>:<br />
Larangan hukum yang dikenakan terhadap nasab seperti hukum pernikahan, warisan,  dan lain-lain berlaku juga terhadap anak atau saudara sesusu.</p>
<p>9. Wanita dinikahi karena empat faktor, yakni karena harta kekayaannya, karena  kedudukannya, karena kecantikannya, dan karena agamanya. Hendaknya pilihlah yang  beragama agar berkah kedua tanganmu. (HR. Muslim)</p>
<p>10. Janganlah seseorang membeli (menawar) di atas penawaran saudaranya dan  jangan meminang di atas peminangan saudaranya, kecuali jika saudaranya  mengijinkannya. (HR. Tirmidzi dan Ahmad)</p>
<p>11. Barangsiapa mengawini seorang wanita karena memandang kedudukannya maka  Allah akan menambah baginya kerendahan, dan barangsiapa mengawini wanita karena  memandang harta-bendanya maka Allah akan menambah baginya kemelaratan, dan  barangsiapa mengawininya karena memandang keturunannya maka Allah akan menambah  baginya kehinaan, tetapi barangsiapa mengawini seorang wanita karena bermaksud  ingin meredam gejolak mata dan menjaga kesucian seksualnya atau ingin  mendekatkan ikatan kekeluargaan maka Allah akan memberkahinya bagi isterinya dan  memberkahi isterinya baginya. (HR. Bukhari)</p>
<p>12. Seorang janda yang akan dinikahi harus diajak bermusyawarah dan bila seorang  gadis maka harus seijinnya (persetujuannya), dan tanda persetujuan seorang gadis  ialah diam (ketika ditanya). (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah)</p>
<p><em>Penjelasan</em>:</p>
<p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify">Diamnya seorang gadis  adalah tanda setuju sebab gadis lebih banyak malu ketimbang janda.</p>
<p>13. Kawinilah gadis-gadis, sesungguhnya mereka lebih sedap mulutnya dan lebih  banyak melahirkan serta lebih rela menerima (pemberian) yang sedikit. (HR.  Ath-Thabrani)</p>
<p>14. Sebaik-baik wanita ialah yang paling ringan mas kawinnya. (HR. Ath-Thabrani)</p>
<p>15. Allah &#8216;Azza wajalla berfirman (dalam hadits Qudsi): &#8220;Apabila Aku  menginginkan untuk menggabungkan kebaikan dunia dan akhirat bagi seorang muslim  maka Aku jadikan hatinya khusyuk dan lidahnya banyak berzikir. Tubuhnya sabar  dalam menghadapi penderitaan dan Aku jodohkan dia dengan seorang isteri mukminah  yang menyenangkannya bila ia memandangnya, dapat menjaga kehormatan dirinya, dan  memelihara harta suaminya bila suaminya sedang tidak bersamanya. (HR.  Ath-Thahawi)</p>
<p>16. Tiada sah pernikahan kecuali dengan (hadirnya) wali dan dua orang saksi dan  dengan mahar (mas kawin) sedikit maupun banyak. (HR. Ath-Thabrani)</p>
<p>17. Barangsiapa menjanjikan pemberian mas kawin kepada seorang wanita dan  berniat untuk tidak menepatinya maka dia akan berjumpa dengan Allah Ta&#8217;ala  sebagai seorang pezina. Barangsiapa berhutang tetapi sudah berniat untuk tidak  melunasi hutangnya maka dia akan menghadap Allah &#8216;Azza wajalla sebagai seorang  pencuri. (HR. Ath-Thabrani)</p>
<p>18. Janganlah seorang isteri memuji-muji wanita lain di hadapan suaminya  sehingga terbayang bagi suaminya seolah-olah dia melihat wanita itu. (HR.  Bukhari)</p>
<p>19. Janganlah seorang isteri minta cerai dari suaminya tanpa alasan (sebab yang  dibenarkan), niscaya dia tidak akan mencium bau surga yang baunya dapat  dirasakan pada jarak tempuh empat puluh tahun. (HR. Ibnu Majah)</p>
<p>20. Seorang isteri yang ketika suaminya wafat meridhoinya maka dia (isteri itu)  akan masuk surga. (HR. Al Hakim dan Tirmidzi)</p>
<p>21. Allah Swt kelak tidak akan memandang (memperhatikan) seorang wanita yang  tidak bersyukur kepada suaminya meskipun selamanya dia membutuhkan suaminya.  (HR. Al Hakim)</p>
<p>22. Hak suami atas isteri ialah tidak menjauhi tempat tidur suami dan  memperlakukannya dengan benar dan jujur, mentaati perintahnya dan tidak ke luar  (meninggalkan) rumah kecuali dengan ijin suaminya, tidak memasukkan ke rumahnya  orang-orang yang tidak disukai suaminya. (HR. Ath-Thabrani)</p>
<p>23. Tidak sah puasa (puasa sunah) seorang wanita yang suaminya ada di rumah,  kecuali dengan seijin suaminya. (Mutafaq&#8217;alaih)</p>
<p>24. Tidak dibenarkan seorang wanita memberikan kepada orang lain dari harta  suaminya kecuali dengan ijin suaminya. (HR. Ahmad)</p>
<p>25. Apabila seorang dari kamu hendak meminang seorang wanita dan dapat melihat  bagian-bagian dari tubuhnya, hendaklah melakukannya. (HR. Ahmad)</p>
<p><em>Keterangan</em>:</p>
<p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify">Islam menentukan  batas yang boleh dilihat, demi kehormatan kaum wanita. Laki-laki yang hendak  meminangnya hanya diperbolehkan melihat wajah dan kedua telapak tangannya. Hal  itu sudah dianggap cukup mewakili seluruh tubuhnya. Kepada lelaki itu diberi  kesempatan melihat batas yang. diperbolehkan itu lebih lama dari biasa, dengan  harapan mungkin hal itu akan mendorong minatnya untuk mengawininya. Di dalam  syarh Al-Imam An-Nawawi pada shahih Muslim disebutkan bahwa izin untuk melihat  ini tidak harus dengan persetujuan wanita itu, dan sebaiknya dilakukan tanpa  sepengetahuannya, karena hal itu mutlak diizinkan oleh Rasulullah Saw. tanpa  syarat keridhaannya. Biasanya wanita akan malu untuk memberikan izin. Hal ini  untuk menjaga agar tidak melukai perasaannya, kalau setelah melihatnya, lelaki  itu kemudian mengundurkan diri. Karena itulah dianjurkan untuk melihat tanpa  sepengetahuan si wanita sebelum melakukan peminangan.</p>
<p>26. Tidak dibenarkan manusia sujud kepada manusia, dan kalau dibenarkan manusia  sujud kepada manusia, aku akan memerintahkan wanita sujud kepada suaminya karena  besarnya jasa (hak) suami terhadap isterinya. (HR. Ahmad)</p>
<p>27. Bila seorang menggauli isterinya janganlah segan untuk mengucapkan doa:</p>
<p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify">
<p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify"><img src="http://opi.110mb.com/haditsweb/1100_hadits_terpilih/images/b55_pe1.gif" border="0" alt="" /></p>
<p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify">
<p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify">&#8220;Ya Allah, jauhkanlah  aku dari setan dan jauhkan setan dari apa yang Engkau berikan rezeki bagiku  (anak).&#8221; Sesungguhnya kalau seandainya Allah menganugerahkan bagi mereka anak  maka anak tersebut tidak akan diganggu setan sama sekali. (HR. Bukhari)</p>
<p>28. Seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah Saw, &#8220;Apa hak isteri terhadap  suaminya?&#8221; Nabi Saw menjawab, &#8220;Memberi isteri makan bila kamu makan, memberinya  pakaian bila kamu berpakaian, tidak boleh memukul wajahnya, tidak boleh  menjelek-jelekkannya dan jangan menjauhinya kecuali dalam lingkungan rumahmu.  (HR. Abu Dawud)</p>
<p>29. Apabila di antara kamu ada yang bersenggama dengan isterinya hendaknya  lakukanlah dengan kesungguhan hati. Apabila selesai hajatnya sebelum selesai  isterinya, hendaklah dia sabar menunggu sampai isterinya selesai hajatnya. (HR.  Abu Ya&#8217;la)</p>
<p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify">
<p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify"><em>Keterangan</em>:</p>
<p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify">Hendaknya suami dan  istri sama-sama merasakan kepuasan dan sama-sama mencapai ejakulasi.</p>
<p>30. Apabila seorang di antara kamu menggauli isterinya, janganlah  menghinggapinya seperti burung yang bertengger sebentar lalu pergi. (HR.  Aththusi)</p>
<p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify">
<p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify"><em>Keterangan</em>:</p>
<p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify">Sama seperti pada  no.29 diatas.</p>
<p>31.</p>
<p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify"><img src="http://opi.110mb.com/haditsweb/1100_hadits_terpilih/images/b55_pe2.gif" border="0" alt="" /></p>
<p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify">
<p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify">Janganlah kamu  menggauli isteri sebagaimana unta atau keledai, tetapi hendaklah bercumbu dan  bercengkerama terlebih dahulu. [<span style="color: #ff0000;"><em>hadits ini tidak  dituliskan siapa yang meriwayatkannya, karena itu saya sertakan teks arabnya</em></span>]</p>
<p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify">
<p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify"><em>Keterangan</em>:</p>
<p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify">Yakni tidak langsung  melakukan hubungan intim sebelum pemanasan dahulu, diantaranya bergurau,  bercumbu dan membelai mesra istri.</p>
<p>32. Seburuk-buruk kedudukan seseorang di sisi Allah pada hari kiamat ialah orang  yang menggauli isterinya dan isterinya menggaulinya dengan cara terbuka lalu  suaminya mengungkapkan rahasia isterinya kepada orang lain. (HR. Muslim)</p>
<p>33. Sebaik-baik kamu adalah yang terbaik terhadap keluarganya, dan aku adalah  yang terbaik dari kamu terhadap keluargaku. Orang yang memuliakan kaum wanita  adalah orang yang mulia, dan orang yang menghina kaum wanita adalah orang yang  tidak tahu budi. (HR. Abu &#8216;Asaakir)</p>
<p>34. Janganlah seorang laki-laki mukmin membenci isterinya yang beriman. Bila ada  perangai yang tidak disukai, dia pasti ridha (senang) dengan perangainya yang  lain. (HR. Muslim)</p>
<p>35. Isteri yang paling besar berkahnya ialah yang paling ringan tanggungannya.  (HR. Ahmad dan Al Hakim)</p>
<p>36. Sesungguhnya wanita seumpama tulang rusuk yang bengkok. Bila kamu  membiarkannya (bengkok) kamu memperoleh manfaatnya dan bila kamu berusaha  meluruskannya maka kamu mematahkannya. (HR. Ath-Thahawi)</p>
<p>37. Hindun, ibunya Muawiyah, bertanya kepada Nabi Saw, &#8220;Ya Rasulullah, Abu  Sufyan suamiku seorang yang pelit, apakah aku boleh mengambil uangnya sedikit  secara sembunyi-sembunyi?&#8221; Nabi Saw menjawab, &#8220;Ambillah dengan cara yang makruf  (baik) untuk mencukupi kebutuhanmu dan kebutuhan anak-anakmu.&#8221; (HR.  Bukhari)</p>
<p>38. Rasulullah Saw melarang azal terhadap isteri kecuali dengan persetujuannya.  (HR. Ahmad)</p>
<p><em>Penjelasan</em>:<br />
Adapun budak yang diperistrikan dibolehkan azal bagi laki-laki kalau tidak  menghendaki keturunan daripadanya.</p>
<p>39. Allah melaknat suami yang mengambil laki-laki lain untuk mengawini bekas  isterinya yang sudah cerai tiga talak supaya bisa dirujuk kembali olehnya. Jadi  perkawinan itu sekedar tipu muslihat bagi pengesahan rujuk. Orang yang mau  disuruh membantu tipu daya dengan mengawini lalu dicerai (tidak digauli) juga  dilaknat Allah. (HR. Bukhari dan Muslim)</p>
<p>40. Rasulullah Saw melarang kawin mut&#8217;ah. (HR. Bukhari)</p>
<p><em>Penjelasan</em>:<br />
Kawin mut&#8217;ah ialah kawin untuk waktu tertentu atau disebut kawin kontrak.</p>
<p>41. Talak (perceraian) adalah suatu yang halal yang paling dibenci Allah. (HR. Abu Dawud dan  Ahmad)</p>
<p>42. Ada tiga perkara yang kesungguhannya adalah kesungguhan (serius) dan  guraunya (main-main) adalah kesungguhan (serius), yaitu perceraian, nikah dan  rujuk. (HR. Abu Hanifah)</p>
<p><em>Penjelasan</em>:<br />
Jadi dilarang bergurau (main-main) dalam ketiga perkara diatas.</p>
<p>43. Apabila suami mengajak isterinya (bersenggama) lalu isterinya menolak  melayaninya dan suami sepanjang malam jengkel maka (isteri) dilaknat malaikat  sampai pagi. (Mutafaq&#8217;alaih)</p>
<p>44. Terkutuklah siapa-siapa yang menyetubuhi isterinya lewat duburnya. (HR.  Ahmad, Abu Dawud dan Ibnu Majah)</p>
<p>45. Allah tidak akan melihat (memperhatikan) seorang lelaki yang menyetubuhi  laki-laki lain (homoseks) atau yang menyetubuhi isteri pada duburnya. (HR.  Tirmidzi)</p>
<p>46. Saling berwasiatlah kalian tentang kaum wanita dengan baik-baik. Mereka itu  adalah tawanan di tanganmu. Tiada kalian bisa menguasai apa-apa dari mereka,  kecuali apabila mereka melakukan perbuatan keji (zina), pisahkanlah diri kalian  dari tempat tidur mereka atau lakukan pemukulan yang tidak membekas. Apabila  mereka mentaatimu maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya.  Kalian punya hak atas mereka dan mereka pun punya hak atas kalian. Hak kalian  atas mereka adalah mereka tidak boleh membiarkan tempat tidur kalian diinjak  oleh orang yang tidak kalian sukai, dan hak mereka atas kalian adalah memberi  sandang-pangan kepada mereka (isteri-isterimu) dengan yang baik-baik. (HR. Ibnu  Majah dan Tirmidzi)</p>
<p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify"><em>Keterangan</em>:</p>
<p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify">Di dalam buku  &#8220;Ketentuan Nafkah Istri dan Anak&#8221; karya Drs. Muhammad Thalib, disebutkan bahwa  ketentuan nafkah untuk istri diantaranya adalah:</p>
<p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify">- Keperluan makan dan  minum</p>
<p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify">- Keperluan pakaian</p>
<p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify">- Keperluan  pengobatan dan pemeliharaan kesehatan</p>
<p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify">Selain itu, suami  berkewajiban pula menyediakan tempat tinggal untuk istri dan diri sendiri sesuai  dengan kemampuannya, sebagaimana yang difirmankan oleh Allah swt didalam Al  Qur&#8217;an, &#8220;Tempatkanlah mereka (para istri) di mana kamu bertempat tinggal menurut  kemampuanmu dan janganlah kamu menyusahkan mereka untuk menyempitkan (hati)  mereka.&#8221; (Surat 65. ATH THALAAQ - Ayat 6)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://majalahpria.com/2008/11/hadist-tentang-perkawinan/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>hadist tentang haji</title>
		<link>http://majalahpria.com/2008/11/hadist-tentang-haji/</link>
		<comments>http://majalahpria.com/2008/11/hadist-tentang-haji/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 06 Nov 2008 13:02:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>drbella</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[kumpulan hadist terpilih]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://majalahpria.com/?p=267</guid>
		<description><![CDATA[1. Barangsiapa melaksanakan haji di rumah ini (Baitullah Al Haram), tidak rafats dan tidak berbuat fasik, maka dia kembali seperti pada hari dilahirkan ibunya. (HR. Bukhari)  Penjelasan: Rafats artinya mengeluarkan kata-kata yang menimbulkan birahi yang tidak senonoh atau bersetubuh.
2. Antara umroh yang pertama dengan umroh kedua (terdapat) penghapusan dosa-dosa (yang dilakukan antara keduanya) dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>1. Barangsiapa melaksanakan haji di rumah ini (Baitullah Al Haram), tidak rafats dan tidak berbuat fasik, maka dia kembali seperti pada hari dilahirkan ibunya. (HR. Bukhari)  Penjelasan: Rafats artinya mengeluarkan kata-kata yang menimbulkan birahi yang tidak senonoh atau bersetubuh.</p>
<p>2. Antara umroh yang pertama dengan umroh kedua (terdapat) penghapusan dosa-dosa (yang dilakukan antara keduanya) dan haji mabrur tiada pahala kecuali surga. (HR. Bukhari)</p>
<p>3. Jihad yang paling afdhol ialah haji yang mabrur. (HR. Bukhari)</p>
<p>4. Tawaf itu adalah shalat dan bila perlu berbicara (saat melakukan tawaf) hendaklah bicara yang baik-baik. (HR. Tirmidzi)</p>
<p>5. Seorang hamba Aku sehatkan tubuhnya dan Aku perluas baginya mata pencahariannya dan berlalu lima tahun tidak berhaji kepada rumahKu maka dia akan kehilangan (pemberianKu). (HR. Al-Baihaqi)</p>
<p>6. Barangsiapa memiliki bekal dan kendaraan (biaya perjalanan) yang dapat menyampaikannya ke Baitillahil haram dan tidak menunaikan (ibadah) haji maka tidak mengapa baginya wafat sebagai orang Yahudi atau Nasrani. (HR. Tirmidzi dan Ahmad)</p>
<p>7. Talbiah Rasulullah Saw ialah:        &#8220;Aku datang (memenuhi panggilanMu), ya Allah, aku datang. Aku datang dan tiada sekutu bagi-Mu, aku datang. Sesungguhnya segala pujian, kenikmatan dan kerajaan (kekuasaan) milikMu, tiada sekutu bagiMu.&#8221; (HR. Bukhari).</p>
<p>8. Rasulullah Saw menyambut orang yang pergi haji:</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://majalahpria.com/2008/11/hadist-tentang-haji/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>keutamaan dzikir</title>
		<link>http://majalahpria.com/2008/11/keutamaan-dzikir/</link>
		<comments>http://majalahpria.com/2008/11/keutamaan-dzikir/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 06 Nov 2008 13:00:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>drbella</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[kumpulan hadist terpilih]]></category>

		<category><![CDATA[keutamaan dzikir]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://majalahpria.com/?p=265</guid>
		<description><![CDATA[1. Apabila kamu melewati taman-taman surga makan dan minumlah sampai kenyang. Para sahabat lalu bertanya, &#8220;Apa yang dimaksud taman-taman surga itu, ya Rasulullah?&#8221; Beliau menjawab, &#8220;Kelompok zikir (Kelompok orang yang berzikir atau majelis taklim).&#8221; (HR. Tirmidzi dan Ahmad)
2. Menyebut-nyebut Allah adalah suatu penyembuhan dan menyebut-nyebut tentang manusia adalah penyakit (artinya penyakit akhlak). (HR. Al-Baihaqi)
3. Demi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>1. Apabila kamu melewati taman-taman surga makan dan minumlah sampai kenyang. Para sahabat lalu bertanya, &#8220;Apa yang dimaksud taman-taman surga itu, ya Rasulullah?&#8221; Beliau menjawab, &#8220;Kelompok zikir (Kelompok orang yang berzikir atau majelis taklim).&#8221; (HR. Tirmidzi dan Ahmad)</p>
<p>2. Menyebut-nyebut Allah adalah suatu penyembuhan dan menyebut-nyebut tentang manusia adalah penyakit (artinya penyakit akhlak). (HR. Al-Baihaqi)</p>
<p>3. Demi yang jiwaku dalam genggamanNya, kalau kamu selamanya bersikap seperti saat kamu ada bersamaku dan mendengarkan zikir, pasti para malaikat akan bersalaman dengan kamu di tempat tidurmu dan di jalan-jalan yang kamu lalui. Tetapi, wahai Handhalah (nama seorang sahabat) kadangkala begini dan kadangkala begitu. (Beliau mengucapkan perkataan itu kepada Handhalah hingga diulang-ulang tiga kali). (HR. Tirmidzi dan Ahmad)</p>
<p>4. Rasulullah Saw menyebut-nyebut Allah setiap waktu (saat). (HR. Muslim)</p>
<p>5. Perumpamaan orang yang berzikir kepada Robbnya dan yang tidak, seumpama orang hidup dan orang mati. (HR. Bukhari dan Muslim)</p>
<p>6. Nyanyian dan permainan hiburan yang melalaikan menumbuhkan kemunafikan dalam hati, bagaikan air menumbuhkan rerumputan. Demi yang jiwaku dalam genggamanNya, sesungguhnya Al Qur&#8217;an dan zikir menumbuhkan keimanan dalam hati sebagaimana air menumbuhkan rerumputan. (HR. Ad-Dailami)</p>
<p>7. Dua kalimat ringan diucapkan lidah, berat dalam timbangan dan disukai oleh (Allah) Arrohman, yaitu kalimat: &#8220;Subhanallah wabihamdihi, subhanallahil &#8216;Adzhim&#8221; (Maha suci Allah dan segala puji bagi-Nya, Maha suci Allah yang Maha Agung). (HR. Bukhari)</p>
<p>8. Ada empat perkara, barangsiapa memilikinya Allah akan membangun untuknya rumah di surga, dan dia dalam naungan cahaya Allah yang Maha Agung. Apabila pegangan teguhnya &#8220;Laailaha illallah&#8221;. Jika memperoleh kebaikan dia mengucapkan &#8220;Alhamdulillah&#8221;, jika berbuat salah (dosa) dia mengucapkan &#8220;Astaghfirullah&#8221; dan jika ditimpa musibah dia berkata &#8220;Inna lillahi wainna ilaihi roji&#8217;uun.&#8221; (HR. Ad-Dailami)</p>
<p>9. Maukah aku beritahu amalanmu yang terbaik, yang paling tinggi dalam derajatmu, paling bersih di sisi Robbmu serta lebih baik dari menerima emas dan perak dan lebih baik bagimu daripada berperang dengan musuhmu yang kamu potong lehernya atau mereka memotong lehermu? Para sahabat lalu menjawab, &#8220;Ya.&#8221; Nabi Saw berkata,&#8221;Zikrullah.&#8221; (HR. Ahmad dan Ibnu Majah)</p>
<p>10. Menang pacuan &#8220;Almufarridun&#8221;. Para sahabat bertanya, &#8220;Apa Almufarridun itu?&#8221; Nabi Saw menjawab, &#8220;Laki-laki dan wanita-wanita yang banyak berzikir kepada Allah.&#8221; (HR. Muslim)</p>
<p>Penjelasan:<br />
Almufarid ialah orang yang gemar zikrullah dan selalu mengamalkannya dan tidak peduli apa yang dikatakan atau diperbuat orang terhadapnya.</p>
<p>11. Seorang sahabat berkata, &#8220;Ya Rasulullah, sesungguhnya syariat-syariat Islam sudah banyak bagiku. Beritahu aku sesuatu yang dapat aku menjadikannya pegangan.&#8221; Nabi Saw berkata, &#8220;Biasakanlah lidahmu selalu bergerak menyebut-nyebut Allah (zikrullah).&#8221; (HR. Ahmad dan Tirmidzi)</p>
<p>12. Sebaik-baik zikir dengan suara rendah dan sebaik-baik rezeki yang secukupnya. (HR. Abu Ya&#8217;la)</p>
<p>Penjelasan:<br />
Rezeki yang secukupnya artinya yang cukup untuk memenuhi kebutuhan dan keperluan dan tidak berlebih-lebihan.</p>
<p>13. Di antara ucapan tasbih Rasulullah Saw ialah :</p>
<p>&#8220;Maha suci yang memiliki kerajaan dan kekuasaan seluruh alam semesta, Maha suci yang memiliki kemuliaan dan kemahakuasaan, Maha suci yang hidup kekal dan tidak mati.&#8221; (HR. Ad-Dailami)</p>
<p>14. Aku bertanya, &#8220;Ya Rasulullah, apa keuntungan dan keberuntungan yang diperoleh dari majelis zikir (majelis taklim)?&#8221; Nabi Saw menjawab, &#8220;Keuntungan dan keberuntungan yang diperoleh dari majelis zikir (majelis taklim) ialah surga.&#8221; (HR. Ahmad)</p>
<p>15. Tiada amal perbuatan anak Adam yang lebih menyelamatkannya dari azab Allah daripada zikrullah. (HR. Ahmad)</p>
<p>16. Wahai Aba Musa, maukah aku tunjukkan ucapan dari perbendaharaan surga? Aku menjawab, &#8220;Ya.&#8221; Nabi berkata, &#8220;La haula wala Quwwata illa billah.&#8221; (Tiada daya upaya dan tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah).&#8221; (HR. Ibnu Hibban dan Ahmad)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://majalahpria.com/2008/11/keutamaan-dzikir/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Sabda Nabi Saw Tentang Kuburan</title>
		<link>http://majalahpria.com/2008/11/sabda-nabi-saw-tentang-kuburan/</link>
		<comments>http://majalahpria.com/2008/11/sabda-nabi-saw-tentang-kuburan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 06 Nov 2008 12:48:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>drbella</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[kumpulan hadist terpilih]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://majalahpria.com/?p=263</guid>
		<description><![CDATA[1. Tiada aku melihat  sesuatu (yang buruk) kecuali (pasti) kuburan lebih buruk daripadanya. (HR.  Tirmidzi dan Ibnu Majah)
2. Jangan kamu shalat  menghadap kuburan dan jangan shalat di atas kuburan. (HR. Ath-Thabrani)
3. Rasulullah Saw  melarang mengapur kuburan, duduk-duduk di atas kuburan dan membina kuburan  (dibangun dengan bata atau dengan ubin, dll) [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify">1. Tiada aku melihat  sesuatu (yang buruk) kecuali (pasti) kuburan lebih buruk daripadanya. (HR.  Tirmidzi dan Ibnu Majah)</p>
<p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify">2. Jangan kamu shalat  menghadap kuburan dan jangan shalat di atas kuburan. (HR. Ath-Thabrani)</p>
<p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify">3. Rasulullah Saw  melarang mengapur kuburan, duduk-duduk di atas kuburan dan membina kuburan  (dibangun dengan bata atau dengan ubin, dll) tapi berupa unggukan tanah saja  setinggi satu jengkal. (HR. Muslim)</p>
<p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify">4. Allah melaknat  orang-orang Yahudi dan Nasrani karena menjadikan kuburan nabi-nabi mereka  sebagai tempat beribadah. (HR. Bukhari)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://majalahpria.com/2008/11/sabda-nabi-saw-tentang-kuburan/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>hadist tentang syuhada</title>
		<link>http://majalahpria.com/2008/11/hadist-tentang-syuhada/</link>
		<comments>http://majalahpria.com/2008/11/hadist-tentang-syuhada/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 06 Nov 2008 12:47:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>drbella</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[kumpulan hadist terpilih]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://majalahpria.com/?p=260</guid>
		<description><![CDATA[1. Para syuhada di  lembah (tepi) sungai dekat pintu surga dalam bangunan berkubah berwarna hijau.  Rezeki mereka datang dari surga setiap pagi dan petang. (HR. Al Hakim dan Ahmad)

2. Seorang yang mati syahid diberi enam perkara pada saat tetesan darah pertama  mengalir dari tubuhnya: semua dosanya diampuni (tertebus), diperlihatkan  tempatnya di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify">1. Para syuhada di  lembah (tepi) sungai dekat pintu surga dalam bangunan berkubah berwarna hijau.  Rezeki mereka datang dari surga setiap pagi dan petang. (HR. Al Hakim dan Ahmad)</p>
<p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify">
2. Seorang yang mati syahid diberi enam perkara pada saat tetesan darah pertama  mengalir dari tubuhnya: semua dosanya diampuni (tertebus), diperlihatkan  tempatnya di surga, dikawinkan dengan bidadari, diamankan dari kesusahan  kedahsyatan yang besar (pada hari kiamat), diselamatkan dari siksa kubur dan  dihiasi dengan pakaian keimanan. (HR. Bukhari)<br />
<span id="more-260"></span></p>
<p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify">3. Barangsiapa tewas  membela Ad Dien-Nya (maka) matinya syahid. (HR. Asysyihaab)</p>
<p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify">
<p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify">4. Orang yang tewas  melindungi keselamatan hartanya mati syahid dan yang membela (kehormatan)  keluarganya mati syahid dan membela dirinya (kehormatan dan jiwanya) juga mati  syahid. (HR. Ahmad)</p>
<p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify">5. Bagi Allah ada  hamba-hamba yang dipelihara dari pembunuhan. Umur mereka diperpanjang dengan  amalan kebaikan-kebaikari. Rezeki mereka ditingkatkan dan hidup mereka serba  selamat. Nyawa mereka direnggut dengan selamat di atas tempat tidurnya dan  mereka diberi kedudukan sebagai syuhada. (HR. Ath-Thabrani)</p>
<p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify">6. Barangsiapa  mencari mati syahid dengan sungguh-sungguh maka akan Aku berikan kepadanya  meskipun dia mati di atas tempat tidurnya. (HR. Muslim)</p>
<p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify">7. Seorang yang mati  syahid dapat memberi syafaat bagi tujuh puluh anggota keluarganya. (HR. Ahmad  dan Abu Dawud)</p>
<p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify">
<p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify">8. Apa yang dirasakan  seorang syahid yang terbunuh adalah seperti yang dirasakan seorang dari cubitan  (gigitan serangga). (Tirmidzi dan Ibnu Majah)</p>
<p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify">9. Pahlawan syuhada  adalah Hamzah bin Abdul Mutthalib dan orang yang menghadap penguasa yang zalim  dan kejam untuk menyuruhnya berlaku baik dan mencegahnya berbuat kejahatan lalu  dia dibunuh oleh penguasa. (HR. Al Hakim)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://majalahpria.com/2008/11/hadist-tentang-syuhada/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>hadist tentang Maut dan Kematian</title>
		<link>http://majalahpria.com/2008/11/hadist-tentang-maut-dan-kematian/</link>
		<comments>http://majalahpria.com/2008/11/hadist-tentang-maut-dan-kematian/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 06 Nov 2008 12:47:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>drbella</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[kumpulan hadist terpilih]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://majalahpria.com/?p=258</guid>
		<description><![CDATA[1. Kematian yang  paling mulia ialah matinya para syuhada. (Asysyihaab)
2. Tidak ada sesuatu  yang dialami anak Adam dari apa yang diciptakan Allah lebih berat daripada  kematian. Baginya kematian lebih ringan daripada apa yang akan dialaminya  sesudahnya. (HR. Ahmad)

3. Perbanyaklah  mengingat kematian. Seorang hamba yang banyak mengingat mati maka Allah akan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify">1. Kematian yang  paling mulia ialah matinya para syuhada. (Asysyihaab)</p>
<p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify">2. Tidak ada sesuatu  yang dialami anak Adam dari apa yang diciptakan Allah lebih berat daripada  kematian. Baginya kematian lebih ringan daripada apa yang akan dialaminya  sesudahnya. (HR. Ahmad)</p>
<p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify"><span id="more-258"></span></p>
<p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify">3. Perbanyaklah  mengingat kematian. Seorang hamba yang banyak mengingat mati maka Allah akan  menghidupkan hatinya dan diringankan baginya akan sakitnya kematian. (HR.  Ad-Dailami)</p>
<p><em>Penjelasan</em>:<br />
Dia mati dengan mudah dan ringan pada saat sakaratul maut.</p>
<p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify">4. Janganlah seorang  mati kecuali dia dalam keadaan berbaik sangka terhadap Allah. (HR. Muslim)</p>
<p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify">
<p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify">5. Janganlah ada  orang yang menginginkan mati karena kesusahan yang dideritanya. Apabila harus  melakukannya hendaklah dia cukup berkata, &#8220;Ya Allah, tetap hidupkan aku selama  kehidupan itu baik bagiku dan wafatkanlah aku jika kematian baik untukku.&#8221; (HR.  Bukhari)</p>
<p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify">6. Cukuplah maut  sebagai pelajaran (guru) dan keyakinan sebagai kekayaan. (HR. Ath-Thabrani)</p>
<p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify">7. Mati mendadak  suatu kesenangan bagi seorang mukmin dan penyesalan bagi orang durhaka. (HR.  Ahmad)</p>
<p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify"><em>Penjelasan</em>:<br />
Artinya, seorang mukmin sudah mempunyai bekal dan persiapan dalam menghadapi  maut setiap saat, sedangkan orang durhaka tidak.</p>
<p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify">8. Tuntunlah orang  yang menjelang wafat dengan ucapan Laailaaha illallah (maksudnya, agar dia mau  meniru mengucapkannya). (HR. Muslim)</p>
<p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify">
<p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify">9. Tidak dibolehkan  bagi seorang wanita yang beriman kepada Allah dan hari akhir berkabung atas  suatu kematian lebih dari tiga malam, kecuali terhadap kematian suaminya, maka  masa berkabungnya empat bulan dan sepuluh hari. (HR. Bukhari dan Muslim)</p>
<p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify">
<em>Penjelasan</em>:<br />
Kematian ayah, ibu, saudara dan yang lain selain suaminya, masa berkabungnya  tidak boleh melebihi tiga hari.</p>
<p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify">10. Seorang sahabat  bertanya, &#8220;Ya Rasulullah, jenazah orang kafir berlalu di hadapan kami, apakah  kami perlu berdiri?&#8221; Nabi Saw segera menjawab, &#8220;Ya, berdirilah. Sesungguhnya  kamu berdiri bukanlah untuk menghormati mayitnya, tetapi menghormati yang  merenggut nyawa-nyawa.&#8221; (HR. Ahmad)</p>
<p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify">11. Ada tiga perkara  yang mengikuti mayit sesudah wafatnya, yaitu keluarganya, hartanya dan amalnya.  Yang dua kembali dan yang satu tinggal bersamanya. Yang pulang kembali adalah  keluarga dan hartanya, sedangkan yang tinggal bersamanya adalah amalnya. (HR.  Bukhari dan Muslim)</p>
<p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify">12. Seorang mayit  dalam kuburnya seperti orang tenggelam yang sedang minta pertolongan. Dia  menanti-nanti doa ayah, ibu, anak dan kawan yang terpercaya. Apabila doa itu  sampai kepadanya baginya lebih disukai dari dunia berikut segala isinya. Dan  sesungguhnya Allah &#8216;Azza wajalla menyampaikan doa penghuni dunia untuk ahli  kubur sebesar gunung-gunung. Adapun hadiah orang-orang yang hidup kepada  orang-orang mati ialah mohon istighfar kepada Allah untuk mereka dan bersedekah  atas nama mereka. (HR. Ad-Dailami)</p>
<p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify">13. Allah mencatat  ihsan (kebaikan) atas segala sesuatu. Apabila kamu membunuh hewan maka bunuhlah  dengan cara yang baik dan jika kamu menyembelihnya sembelihlah dengan baik.  Asahlah tajam pisau potong dan ringankan hewan potongnya. (HR. Muslim)</p>
<p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify">14. Janganlah kamu  mengagumi amal seorang sehingga kamu dapat menyaksikan hasil akhir kerjanya  (amalnya). (HR. Aththusi dan Ath-Thabrani)</p>
<p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify">15. Apabila seorang  muslim wafat dan jenazahnya dishalati oleh empat puluh orang yang tidak  bersyirik kepada Allah maka Allah mengijinkan syafaat (pertolongan) oleh mereka baginya (si  mayit). (HR. Abu Dawud)</p>
<p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify">
<p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify">16. Percepatlah  menghantar jenazah ke kuburnya. Bila dia seorang yang shaleh maka kebaikanlah  yang kamu hantarkan kepadanya dan bila kebalikannya, maka sesuatu keburukan yang  kamu tanggalkan dari beban lehermu. (HR. Bukhari)</p>
<p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify">17. Seorang mayit  dapat disiksa (kubur) disebabkan tangisan keluarganya. (Mashabih Assunnah)</p>
<p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify"><em>Penjelasan</em>:<br />
Hal tersebut terjadi bila keluarganya menangisi mayit dengan berlebih-lebihan dan berteriak-teriak.  Menangisi dengan wajar dari anggota keluarga yang ditinggalkan wafat sebenarnya dibolehkan dalam agama. Lalu  kenapa si mayit yang harus menanggung akibatnya? Ini disebabkan karena sebelum  wafatnya dia tidak pernah mengajarkan hal demikian.</p>
<p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify">18. Barangsiapa wafat  pada hari Jum&#8217;at atau pada malam Jum&#8217;at maka dia terpelihara dari fitnah (siksa)  kubur. (Abu Ya&#8217;la)</p>
<p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify">19. Janganlah  mengingat-ingat orang-orangmu yang telah wafat, kecuali dengan menyebut-nyebut  kebaikan mereka. (An-Nasaa&#8217;i)</p>
<p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify">20. Seorang sahabat  bertanya, &#8220;Ya Rasulullah, pesankan sesuatu kepadaku yang akan berguna bagiku dari  sisi Allah.&#8221; Nabi Saw lalu bersabda: &#8220;Perbanyaklah mengingat kematian maka kamu  akan terhibur dari (kelelahan) dunia, dan hendaklah kamu bersyukur. Sesungguhnya  bersyukur akan menambah kenikmatan Allah, dan perbanyaklah doa. Sesungguhnya  kamu tidak mengetahui kapan doamu akan terkabul.&#8221; (HR. Ath-Thabrani)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://majalahpria.com/2008/11/hadist-tentang-maut-dan-kematian/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>hadist tentang Bid&#8217;ah dan Kesesatan</title>
		<link>http://majalahpria.com/2008/11/hadist-tentang-bidah-dan-kesesatan/</link>
		<comments>http://majalahpria.com/2008/11/hadist-tentang-bidah-dan-kesesatan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 06 Nov 2008 12:46:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>drbella</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[kumpulan hadist terpilih]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://majalahpria.com/?p=256</guid>
		<description><![CDATA[1. Barangsiapa  menimbulkan sesuatu yang baru dalam urusan (agama) kita yang bukan dari  ajarannya maka tertolak. (HR. Bukhari)
2. Sesungguhnya  ucapan yang paling benar adalah Kitabullah, dan sebaik-baik jalan hidup ialah  jalan hidup Muhammad, sedangkan seburuk-buruk urusan agama ialah yang  diada-adakan. Tiap-tiap yang diada-adakan adalah bid&#8217;ah, dan tiap bid&#8217;ah adalah  [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify">1. Barangsiapa  menimbulkan sesuatu yang baru dalam urusan (agama) kita yang bukan dari  ajarannya maka tertolak. (HR. Bukhari)</p>
<p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify">2. Sesungguhnya  ucapan yang paling benar adalah Kitabullah, dan sebaik-baik jalan hidup ialah  jalan hidup Muhammad, sedangkan seburuk-buruk urusan agama ialah yang  diada-adakan. Tiap-tiap yang diada-adakan adalah bid&#8217;ah, dan tiap bid&#8217;ah adalah  sesat, dan tiap kesesatan (menjurus) ke neraka. (HR. Muslim)<br />
<span id="more-256"></span></p>
<p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify">3. Dua golongan dari  umatku yang tidak punya bagian dalam Islam adalah kaum Jabariyah dan kaum  Kadariyah. (HR. Ahmad)</p>
<p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify">
<p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify">4. Apabila kamu  melihat orang-orang yang ragu dalam agamanya dan ahli bid&#8217;ah sesudah aku  (Rasulullah Saw) tiada maka tunjukkanlah sikap menjauh (bebas) dari mereka.  Perbanyaklah lontaran cerca dan kata tentang mereka dan kasusnya. Dustakanlah  mereka agar mereka tidak makin merusak (citra) Islam. Waspadai pula orang-orang  yang dikhawatirkan meniru-niru bid&#8217;ah mereka. Dengan demikian Allah akan  mencatat bagimu pahala dan akan meningkatkan derajat kamu di akhirat. (HR.  Ath-Thahawi)</p>
<p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify">5. Kamu akan  mengikuti perilaku orang-orang sebelum kamu sejengkal demi sejengkal dan sehasta  demi sehasta, sehingga kalau mereka masuk ke lubang biawak pun kamu ikut  memasukinya. Para sahabat lantas bertanya, &#8220;Siapa &#8216;mereka&#8217; yang baginda  maksudkan itu, ya Rasulullah?&#8221; Beliau menjawab, &#8220;Orang-orang Yahudi dan  Nasrani.&#8221; (HR. Bukhari)</p>
<p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify">6. Tiga perkara yang  aku takuti akan menimpa umatku setelah aku tiada: kesesatan sesudah memperoleh  pengetahuan, fitnah-fitnah yang menyesatkan, dan syahwat perut serta seks.  (Ar-Ridha)</p>
<p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify">7. Barangsiapa menipu  umatku maka baginya laknat Allah, para malaikat dan seluruh manusia. Ditanyakan,  &#8220;Ya Rasulullah, apakah pengertian tipuan umatmu itu?&#8221; Beliau menjawab,  &#8220;Mengada-adakan amalan bid&#8217;ah, lalu melibatkan orang-orang kepadanya.&#8221; (HR.  Daruquthin dari Anas).</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://majalahpria.com/2008/11/hadist-tentang-bidah-dan-kesesatan/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>hadist tentang surga dan neraka</title>
		<link>http://majalahpria.com/2008/11/hadist-tentang-surga-dan-neraka/</link>
		<comments>http://majalahpria.com/2008/11/hadist-tentang-surga-dan-neraka/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 06 Nov 2008 12:45:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>drbella</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[kumpulan hadist terpilih]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://majalahpria.com/?p=254</guid>
		<description><![CDATA[1. Surga dikelilingi  oleh hal-hal yang tidak disukai dan neraka dikelilingi oleh syahwat. (HR.  Bukhari)

2. Aku menjenguk ke surga, aku dapati kebanyakan penghuninya orang-orang  fakir-miskin dan aku menjenguk ke neraka, aku dapati kebanyakan penghuninya kaum  wanita. (HR. Ahmad)
3. Tiada sesuatu yang  disesali oleh penghuni surga kecuali satu jam yang mereka [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify">1. Surga dikelilingi  oleh hal-hal yang tidak disukai dan neraka dikelilingi oleh syahwat. (HR.  Bukhari)</p>
<p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify">
2. Aku menjenguk ke surga, aku dapati kebanyakan penghuninya orang-orang  fakir-miskin dan aku menjenguk ke neraka, aku dapati kebanyakan penghuninya kaum  wanita. (HR. Ahmad)</p>
<p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify">3. Tiada sesuatu yang  disesali oleh penghuni surga kecuali satu jam yang mereka lewatkan (di dunia)  tanpa mereka gunakan untuk berzikir kepada Allah Azza wajalla. (HR. Ad-Dailami)</p>
<p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify">
<p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify">
<p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify">
<p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify">Aku (Rasulullah  Saw) bertemu (nabi) Ibrahim ketika Isra&#8217;. Dia berkata, &#8220;Ya Muhammad, sampaikan  salamku kepada umatmu dan beritahukan mereka: &#8220;Sesungguhnya surga itu baik  lahannya, tawar airnya, lembah-lembahnya datar dan tanamannya: &#8216;Subhanallah  walhamdulillah walailaha illallah wallahu akbar&#8217;.&#8221; [<span style="color: #ff0000;"><em>hadits  ini tidak dituliskan siapa yang meriwayatkannya, karena itu saya sertakan teks  arabnya</em></span>]</p>
<p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify">5. Tidak ada di surga  sesuatu yang sama seperti yang ada di dunia kecuali nama-nama orang.  (Ath-Thabrani)</p>
<p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify">6. Rasulullah Saw  bersabda bahwa Allah Swt berfirman: &#8220;Aku menyiapkan untuk hamba-hamba-Ku yang  shaleh apa-apa yang belum pernah dilihat oleh mata, didengar oleh telinga dan  belum pernah terlintas dalam benak manusia. Oleh karena itu bacalah kalau kamu  suka ayat: &#8216;Seorang pun tidak mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka  yaitu (bermacam-macam nikmat) yang menyedapkan pandangan mata sebagai balasan  terhadap apa yang telah mereka kerjakan.&#8217; (As-Sajdah: 17).&#8221; (Mutafaq&#8217;alaih)</p>
<p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify">7. Penghuni neraka  ialah orang yang buruk perilaku dan akhlaknya dan orang yang berjalan dengan  sombong, sombong terhadap orang lain, menumpuk harta kekayaan dan bersifat  kikir. Adapun penghuni surga ialah rakyat yang lemah, yang selalu dikalahkan.  (HR. Al Hakim dan Ahmad)</p>
<p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify">8. Azab yang paling  ringan di neraka pada hari kiamat ialah dua butir bara api di kedua telapak  kakinya yang dapat merebus otak. (HR. Tirmidzi)</p>
<p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify">9. Api anak Adam yang  biasa dipakai untuk memasak adalah bagian dari tujuh puluh bagian api neraka.  (Artinya, panas di neraka 70 kali lipat panas api di dunia). (HR. Bukhari)</p>
<p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify">10. Nabi Saw masuk  surga, orang yang mati syahid, anak yang belum dewasa (baligh) dan anak  perempuan kecil yang dikubur hidup-hidup masuk surga juga. (HR. Abu Dawud)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://majalahpria.com/2008/11/hadist-tentang-surga-dan-neraka/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Hadist tentang Hari Kiamat dan Hisab</title>
		<link>http://majalahpria.com/2008/11/hadist-tentang-hari-kiamat-dan-hisab/</link>
		<comments>http://majalahpria.com/2008/11/hadist-tentang-hari-kiamat-dan-hisab/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 06 Nov 2008 12:44:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>drbella</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[kumpulan hadist terpilih]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://majalahpria.com/?p=252</guid>
		<description><![CDATA[1. Seorang Arab Badui  bertanya, &#8220;Kapankah tibanya kiamat?&#8221; Nabi Saw lalu menjawab, &#8220;Apabila amanah  diabaikan maka tunggulah kiamat.&#8221; Orang itu bertanya lagi, &#8220;Bagaimana hilangnya  amanat itu, ya Rasulullah?&#8221; Nabi Saw menjawab, &#8220;Apabila perkara (urusan)  diserahkan kepada orang yang bukan ahlinya, maka tunggulah kiamat.&#8221; (HR.  Bukhari)


2. Mendekati kiamat  akan terjadi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify">1. Seorang Arab Badui  bertanya, &#8220;Kapankah tibanya kiamat?&#8221; Nabi Saw lalu menjawab, &#8220;Apabila amanah  diabaikan maka tunggulah kiamat.&#8221; Orang itu bertanya lagi, &#8220;Bagaimana hilangnya  amanat itu, ya Rasulullah?&#8221; Nabi Saw menjawab, &#8220;Apabila perkara (urusan)  diserahkan kepada orang yang bukan ahlinya, maka tunggulah kiamat.&#8221; (HR.  Bukhari)</p>
<p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify">
<p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify"><span id="more-252"></span></p>
<p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify">2. Mendekati kiamat  akan terjadi fitnah-fitnah seolah-olah kepingan-kepingan malam yang  gelap-gulita. Seorang yang pagi hari beriman maka pada sore harinya menjadi  kafir, dan orang yang pada sore harinya beriman maka pada pagi harinya menjadi  kafir, dia menjual agamanya dengan (imbalan) harta-benda dunia. (HR. Abu Dawud)</p>
<p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify">
3. Belum terjadi kiamat sehingga orang-orang dari umatku kembali menyembah  berhala-berhala selain Allah. (HR. Abu Dawud)</p>
<p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify">
4. Belum terjadi kiamat sebelum seorang yang melewati kuburan berkata, &#8220;Alangkah  baiknya sekiranya aku di tempat orang ini.&#8221; (Maksudnya, dia ingin mati dan tidak  ingin hidup karena beban berat yang selalu dihadapinya). (HR Bukhari)</p>
<p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify">
5. Belum akan terjadi kiamat sehingga anak selalu menjengkelkan kedua orang  tuanya, banjir di musim kemarau, kaum penjahat melimpah, orang-orang terhormat  (mulia) menjadi langka, anak-anak muda berani menentang orang tua serta orang  jahat dan hina berani melawan yang terhormat dan mulia. (HR. Asysyihaab).</p>
<p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify">
6. Belum akan kiamat sehingga tidak ada lagi di muka bumi orang yang menyebut :  &#8220;Allah, Allah.&#8221; (HR. Muslim)</p>
<p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify">
<p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify">7. Belum akan datang  kiamat sehingga seorang membunuh tetangganya, saudaranya dan ayahnya. (HR.  Bukhari)</p>
<p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify">
8. Belum akan datang kiamat sehingga manusia berlomba-lomba membangun dan  memperindah masjid-masjid. (HR. Abu Dawud)</p>
<p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify">9. Di antara  tanda-tanda kiamat ialah ilmu terangkat, kebodohan menjadi dominan, arak menjadi  minuman biasa, zina dilakukan terang-terangan, wanita berlipat banyak, dan  laki-laki berkurang sehingga lima puluh orang wanita berbanding seorang pria.  (HR. Bukhari)</p>
<p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify">
10. Belum akan datang kiamat sehingga manusia berlomba-lomba dengan  bangunan-bangunan yang megah. (HR. Bukhari)</p>
<p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify">11. Belum akan tiba  kiamat sehingga merajalela &#8216;Alharju&#8217;. Para sahabat lalu bertanya, &#8220;Apa itu  &#8216;Alharju&#8217;, ya Rasulullah?&#8221; Lalu beliau menjawab,&#8221;Pembunuhan&#8230; pembunuhan&#8230;&#8221;  (HR. Ahmad)</p>
<p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify">
12. Belum akan tiba kiamat melainkan matahari akan terbit dari Barat. Jika  terbit dari Barat maka seluruh umat manusia akan beriman. Pada saat itu tidak  bermanfaat lagi iman seseorang kepada dirinya sendiri yang belum beriman sebelum  itu, atau dia belum mengusahakan kebaikan dalam masa imannya.&#8221; (HR. Bukhari dan  Muslim)</p>
<p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify">13. Belum akan tiba  kiamat sehingga harta banyak dan melimpah, dan orang ke luar membawa zakat  hartanya tetapi tidak ada yang mau menerimanya, dan negeri-negeri Arab kembali  menjadi rerumputan hijau dengan sungai-sungai mengalir. (HR. Muslim)</p>
<p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify">14. Tibanya kiamat  atas makhluk-makhluk yang jahat. (HR. Muslim)</p>
<p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify">
<em>Penjelasan</em>:<br />
Artinya : Saat kiamat tiba, tidak ada lagi orang yang beriman. Jadi yang ditimpa  azab kiamat ialah orang-orang yang jahat.</p>
<p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify">15. Saat akan tiba  kiamat, jaman saling mendekat. Satu tahun seperti sebulan, sebulan seperti  seminggu, seminggu seperti sehari, sehari seperti satu jam dan satu jam seperti  menyalakan kayu dengan api. (HR. Tirmidzi)</p>
<p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify">
<p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify"><em>Penjelasan</em>:<br />
Jika kiamat tiba maka rotasi bumi makin cepat. Kalau rotasi sekarang 1000 mil  per jam, maka dapat diperkirakan pada hari kiamat tujuh kali atau dua belas kali  bahkan lebih.</p>
<p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify">
16. Demi yang jiwa Muhammad dalam genggaman-Nya. Tiada tiba kiamat melainkan  telah merata dan merajalela dengan terang-terangan segala perbuatan mesum dan  keji, pemutusan hubungan kekeluargaan, beretika (berakhlak) buruk dengan  tetangga, orang yang jujur (amanat) dituduh berkhianat, dan orang yang khianat  diberi amanat (dipercaya). (HR. Al Hakim)</p>
<p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify">17. Belum akan tiba  kiamat sehingga kaum muslimin berperang dengan orang-orang Yahudi. Kaum muslimin  membunuh mereka dan mereka bersembunyi di balik batu dan pohon-pohonan. Lalu  batu dan pohon-pohon berkata, &#8220;Wahai kaum muslimin, wahai hamba Allah, ini orang  Yahudi di belakang saya. Mari bunuhlah dia.&#8221; Kecuali pohon &#8220;Gharqad&#8221; yang tumbuh  di Baitil Maqdis. Itu adalah pohon orang-orang Yahudi. (HR. Ahmad)</p>
<p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify">
18. Orang-orang ahli (Laailaaha illallah) tidak akan mengalami kesepian tatkala  wafat, saat di kuburan dan ketika dibangkitkan. Seolah-olah aku melihat mereka  ketika dibangkitkan (pada tiupan sangkakala yang kedua). Mereka sedang menyingkirkan tanah  (pasir) dari kepala mereka seraya berkata, &#8220;Alhamdulillah, yang telah  menghilangkan duka-cita dari kami.&#8221; (HR. Abu Ya&#8217;la)</p>
<p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify">
19. Kamu akan dibangkitkan pada hari kiamat tanpa sandal, telanjang bulat dan  tidak dikhitan. Aisyah bertanya, &#8220;Ya Rasulullah, laki-laki dan perempuan saling  melihat (aurat) yang lain?&#8221; Nabi Saw menjawab, &#8220;Pada saat itu segala urusan  sangat dahsyat sehingga orang tidak memperhatikan (mengindahkan) hal itu.&#8221;  (Mutafaq&#8217;alaih)</p>
<p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify">20. Didatangkan  kebaikan-kebaikan (pahala) dan kejahatan-kejahatan (dosa) seorang hamba, lalu  saling mengikis dan bila masih tersisa kebaikan (pahala) itu Allah akan  melapangkannya untuk masuk surga. (HR. Bukhari)</p>
<p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify">
<p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify">21. Seorang anak Adam  sebelum menggerakkan kakinya pada hari kiamat akan ditanya tentang lima perkara:  (1) Tentang umurnya, untuk apa dihabiskannya; (2) Tentang masa mudanya, apa yang  telah dilakukannya; (3) Tentang hartanya, dari sumber mana dia peroleh dan (4) dalam hal apa  dia membelanjakannya; (5) dan tentang ilmunya, mana yang dia amalkan. (HR. Ahmad)</p>
<p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify">
22. Amal seseorang tidak dapat menyelamatkannya. Seorang sahabat lantas bertanya  tentang sabda tersebut, &#8220;Termasuk engkau juga, ya Rasulullah?&#8221; Rasulullah lalu  menjawab, &#8220;Ya, aku juga, kecuali dikarunia Allah dengan rahmat-Nya. Walaupun  demikian kamu harus berbuat yang benar (baik).&#8221; (HR. Bukhari dan Muslim)</p>
<p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify">23. Yang pertama  diadili antara manusia pada hari kiamat ialah kasus pembunuhan. (HR. Muslim)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://majalahpria.com/2008/11/hadist-tentang-hari-kiamat-dan-hisab/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Keistimewaan Muslimin dan Mukminin</title>
		<link>http://majalahpria.com/2008/11/keistimewaan-muslimin-dan-mukminin/</link>
		<comments>http://majalahpria.com/2008/11/keistimewaan-muslimin-dan-mukminin/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 06 Nov 2008 12:43:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>drbella</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[kumpulan hadist terpilih]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://majalahpria.com/?p=250</guid>
		<description><![CDATA[1. Tidak ada orang  yang lebih mulia di sisi Allah dari seorang mukmin. (HR. Ath-Thabrani)

2. Umatku (umat Muhammad) ibarat air hujan, tidak diketahui mana yang lebih baik  awalnya atau akhirnya. (Mashabih Assunnah)

3. Sesungguhnya di kalangan hamba-hamba Allah ada orang yang apabila memohonkan  sesuatu maka Allah akan menerimanya (mengabulkannya). (HR. Bukhari dan Muslim)


4. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify"><span id="more-250"></span>1. Tidak ada orang  yang lebih mulia di sisi Allah dari seorang mukmin. (HR. Ath-Thabrani)</p>
<p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify">
2. Umatku (umat Muhammad) ibarat air hujan, tidak diketahui mana yang lebih baik  awalnya atau akhirnya. (Mashabih Assunnah)</p>
<p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify">
3. Sesungguhnya di kalangan hamba-hamba Allah ada orang yang apabila memohonkan  sesuatu maka Allah akan menerimanya (mengabulkannya). (HR. Bukhari dan Muslim)</p>
<p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify">
<p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify">
4. Waspadalah terhadap firasat seorang mukmin. Sesungguhnya dia melihat dengan  nur Allah.&#8221; (HR. Tirmidzi dan Ath-Thabrani)</p>
<p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify">
<p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify">5. Sebaik-baik umatku  adalah apabila pergi (musafir) dia berbuka puasa dan shalat Qashar, dan jika  berbuat kebaikan merasa gembira, tetapi apabila melakukan keburukan dia  beristighfar. Dan seburuk-buruk umatku adalah yang dilahirkan dalam kenikmatan  dan dibesarkan dengannya, makanannya sebaik-baik makanan, dia mengenakan pakaian  mewah-mewah dan bila berkata tidak benar (tidak jujur). (HR. Ath-Thabrani)</p>
<p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify">
6. Barangsiapa menyenangi amalan kebaikannya dan menyedihkan (bersedih dengan)  keburukannya maka dia adalah seorang mukmin. (HR. Al Hakim)</p>
<p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify">7. Akan ada suatu  umat dari umatku yang masih tetap melaksanakan perintah Allah, maka tidak akan  membahayakan mereka orang-orang yang mengecewakan dan menentangnya dan sampai  tiba ketentuan Allah mereka tetap dalam penderitaan tersebut. (HR. Al Hakim)</p>
<p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify">8. Orang yang shaleh  selalu mendapat tekanan-tekanan. (HR. Al Hakim)</p>
<p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify">
<p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify">9. Allah Azza wajalla  mewajibkan tujuh hak kepada seorang mukmin terhadap mukmin lainnya, yaitu: (1)  melihat saudara seimannya dengan rasa hormat dalam pandangan matanya; (2)  mencintainya di dalam hatinya; (3) menyantuninya dengan hartanya; (4) tidak  menggunjingnya atau mendengar penggunjingan terhadap kawannya; (5) menjenguknya  bila sakit; (6) melayat jenazahnya; (7) dan tidak menyebut kecuali kebaikannya  sesudah ia wafat. (HR. Ibnu Baabawih)</p>
<p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify">10. Sebaik-baik kamu  ialah yang diharapkan kebaikannya dan aman dari kejahatannya, dan seburuk-buruk  kamu ialah yang tidak diharapkan kebaikannya dan tidak aman dari kejahatannya.  (HR. Tirmidzi dan Abu Ya&#8217;la)</p>
<p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify">11. Mencaci-maki  seorang mukmin adalah suatu kejahatan, dan memeranginya adalah suatu kekufuran.  (HR. Muslim)</p>
<p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify">
<p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify">12. Aku mengagumi  seorang mukmin. Bila memperoleh kebaikan dia memuji Allah dan bersyukur. Bila  ditimpa musibah dia memuji Allah dan bersabar. Seorang mukmin diberi pahala  dalam segala hal walaupun dalam sesuap makanan yang diangkatnya ke mulut  isterinya. (HR. Ahmad dan Abu Dawud)</p>
<p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify">13. Seorang mukmin  yang kuat lebih baik dan lebih disukai Allah daripada seorang mukmin yang lemah  dalam segala kebaikan. Peliharalah apa-apa yang menguntungkan kamu dan mohonlah  pertolongan Allah, dan jangan lemah semangat (patah hati). Jika ditimpa suatu  musibah janganlah berkata, &#8220;Oh andaikata aku tadinya melakukan itu tentu  berakibat begini dan begitu&#8221;, tetapi katakanlah, &#8220;Ini takdir Allah dan apa yang  dikehendaki Allah pasti dikerjakan-Nya.&#8221; Ketahuilah, sesungguhnya ucapan:  &#8220;andaikata&#8221; dan &#8220;jikalau&#8221; membuka peluang bagi (masuknya) karya  (kerjaan) setan.&#8221; (HR. Muslim)</p>
<p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify">14. Seorang muslim  ialah yang menyelamatkan kaum muslimin (lainnya) dari (kejahatan) lidah dan tangannya. Seorang mukmin  ialah yang dipercaya oleh kaum beriman terhadap jiwa dan harta mereka, dan  seorang muhajir ialah yang berhijrah meninggalkan dan menjauhi keburukan  (kejahatan). (HR. Ahmad)</p>
<p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify">15. Seorang mukmin  tidak akan digigit dua kali dari lobang yang satu (sama). (Mutafaq&#8217;alaih)</p>
<p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify">16. Tidak halal bagi  seorang muslim menakut-nakuti saudaranya yang muslim. (HR. Abu Dawud)</p>
<p>17. Seorang mukmin  bukanlah pengumpat dan yang suka mengutuk, yang keji dan yang ucapannya kotor.  (HR. Bukhari)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://majalahpria.com/2008/11/keistimewaan-muslimin-dan-mukminin/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
